Hey, ada apa denganmu? Apa aku adalah monster pemakan tumbuhan seperti yang ada di aplikasi mainan adikku? Apa aku adalah mimpi buruk yang selalu mengganggu tidurmu? Atau aku semacam simbol masa lalu yang begitu ingin diberantas oleh para petinggi negeri yang susah move on dan bilang maaf itu?

Ketakutan seperti apakah, sayang.

Bersembunyilah sejenak, bahkan lama sekalipun. Sama sekali aku tak mengapa. Sebab waktu dan aku telah berkawan karib. Ya, tentu saja. Kami dipertemukan oleh puisi.

Bersembunyilah,

disebalik mata wanitamu yang bagimu sungguh merupa candu itu

Tentang gemuruh di dada ini, biar aku yang mengurusnya. Beruntung aku masih punya puisi. Dia kawan dan lawan yang seimbang buatku. Dan aku tak pernah khawatir akan kehilangannya, Sebab aku masih punya percaya bahwa meski pergi, padaku puisi akan kembali pada akhirnya. Sebab aku masih punya keberanian untuk masih punya percaya.

[sialnya],

pun terhadapmu.

 

 

*060616 | 07:07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s