ini juni. dan puisi jadi lebih gerimis setelah ini. sebab pagi telah jadi pembuka paling nyana bagi tiap kehadiran. pun kau yang begitu setia menggenggam malam. maka tibalah percakapan pada sudut paling kemarau. tempat segala mata memupuk haus akan telaga.

ini juni. dan pagi jadi lebih gerimis setelah ini. sebab puisi maksa hadir lebih dini. menubuat tiap tiap percakapan. perihal malam yang susah tidur. dan rasi rasi seperti melihat dioramanya sendiri. di ufuk paling palung kau-ku

ini juni. dan pagi jadi lebih gerimis setelah ini. sebab kisah masih menyisakan perihnya; padamu dan ketiadaan. Maka berbahagialah segala ke-tak-mengapa dan ke-tak-apa-an. sebab demikianlah, bagimu tumbuh dan menerus luruh.

ini juni. dan kenangan jadi lebih gigil setelah ini.

 

*090615

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s